PENGARUH METODE MUSYAWARAH DALAM
PEMBELAJARAN KITAB KUNING TERHADAP KEMAMPUAN SANTRI PADA KETERAMPILAN LITERASI
DAN CRITICAL THINKING DI PESANTREN KEBON JAMBU
Muhamad Irpan
IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Abstract
Literacy and
critical thinking skills become skills mastered in XXI century. Education at Islamic boarding schools especially at
Kebon Jambu have learning method is considered capable of forming literacy and
critical thinking skills, that method is deliberation because in deliberation
needed argumentation is built from literacy in reading the yellow bible
and critical thinking. Based on above background, author conducted a study with
aim to knowing how much effect deliberation method in literacy skills, how much
effect deliberation in critical thinking skills, and how much effect literacy
skills in critical thinking skills at Kebon Jambu. This research uses a
quantitative approach with regression analysis techniques to determine
magnitude of effect between variables with help of SPSS 25 for windows.
Population and sample 30 students. Research data obtained through a questionnaire.
Deliberation method uses Piaget and Vigotsky's cooperative learning theory.
This research effect deliberation method on literacy skills obtained a
significance value of 0.017 < probability 0.05 and t count value 2.531 >
t table 2.048. effect deliberation method on critical thinking skills obtained
a significance value of 0,000 < probability 0.05 and t count value 4.636
> t table 2.048. For effect literacy skills on critical thinking a
significance value of 0.018 < probability 0.05 and t value of 2.512 > t
table of 2.048 were obtained. From three regression analyzes it can be
concluded that Ho was rejected and Ha was accepted, which means that there was
a significant affect.
Keywords: Deliberation Method, Literacy, Critical Thinking.
Abstrak
Keterampilan
literasi dan critical thinking menjadi keterampilan yang harus dikuasi di abad
XXI. Pendidikan di pesantren
khususnya di Pesantren Kebon Jambu mempunyai metode pembelajaran yang dianggap mampu membentuk
keterampilan literasi dan critical thinking, metode tersebut adalah musyawarah karena
dalam musyawarah dibutuhkan argumentasi yang dibangun dari literasi membaca
teks kitab kuning dan critical thinking. Berdasarkan latar belakang di atas,
penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning terhadap kemampuan
santri pada keterampilan literasi, seberapa besar pengaruh metode musyawarah
terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking, dan seberapa
besar pengaruh keterampilan literasi terhadap kemampuan santri pada
keterampilan critical thinking di pesantren kebon jambu. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi untuk
mengetahui besarnya pengaruh antar variabel dengan bantuan SPSS 25 for windows.
Populasi dan sampel sebanyak 30 santri. Data penelitian diperoleh melalui
angket. Metode musyawarah menggunakan teori belajar kooperatif Piaget dan
Vigotsky. Pada penelitian ini pengaruh metode musyawarah terhadap keterampilan literasi
didapat nilai signifikansi 0.017 < probabilitas 0,05 dan nilai t hitung
2,531 > t tabel 2,048. Pengaruh metode musyawarah terhadap keterampilan
critical thinking didapat nilai signifikansi 0.000 < probabilitas 0,05 dan
nilai t hitung 4,636 > t tabel 2,048. Sedangkan untuk pengaruh ketermpilan
literasi terhadap critical thinking didapat nilai signifikansi 0.018 <
probabilitas 0,05 dan nilai t hitung 2,512 > t tabel 2,048. Dari tiga
analisis regresi tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima,
yang berarti bahwa ada pengaruh signifikan.
Kata Kunci: Metode
Musyawarah, Literasi, Critical Thinking.
Pendahuluan
Pendidikan
merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang untuk mencapai kualitas sumber
daya manusia yang unggul baik di lembaga formal maupun nonformal. Salah satu
yang menarik dari beberapa istilah pendidikan yang muncul belakangan adalah
pendidikan literasi, pendidikan literasi diharapkan mampu menjawab persoalan
yang muncul akibat rendahnya minat baca peserta didik. Riset yang
dilakukan
Proggramme for International Student
Assesment (PISA) tentang literasi matematika,
membaca, dan sains, skor literasi membaca di awal mengikuti tes PISA 371 dan
mengalami peningkatan 382 (tahun 2003), 393 (tahun 2006), dan 402 (tahun 2009),
kemudian terus mengalami penurunan 396 (tahun 2012), 397 (tahun 2015), dan
titik terendah 371 (tahun 2018). Jika dibandingkan dengan rata-rata negara yang
tergabung dengan PISA, Indonesia memiliki jarak yang cukup jauh terutama
mengenai literasi membaca dengan rata-rata berada diangka 487, peringkat
pertama diraih China (skor 555), kemudian diikuti Singapura (549), dan Makau
(525). (Harususilo, 2019) Penurunan kualitas ini tentu indikasi bahwa ada beberapa pekerjaan
rumah yang harus dilakukan, jika PISA masih menjadi standar bagi pemerintah
untuk pembangunan pendidikan.
Pendidikan
literasi menjadi penting karena keterampilan literasi menjadi salah satu
kecakapan yang harus dikuasi untuk menghadapi abad XXI. Ini sebagaimana laporan
yang dikeluarkan oleh Forum Ekonomi Dunia World Economic Forum (WEF)
pada 2015 mengenai keterampilan yang harus dimiliki untuk menghadapi abad XXI.
Keterampilan itu mencakup literasi, kompetensi, dan karakter.(Antoro, 2017).
Menurut
WEF, tidak hanya pendidikan literasi namun karakter dan kompetensi juga
dingaggap penting. Salah satu aspek kompetensi abad XXI menurut Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy, khususnya di era industri revolusi
4.0 saat ini adalah berpikir kritis (critical thinking).(Akhmad, 2018).
Menurut
Larsson berpikir kritis dapat diartikan sebagai upaya seseorang untuk memeriksa
kebenaran dari suatu informasi menggunakan ketersediaan bukti, logika, dan
kesadaran akan bias.(Ahmad & Nandy, 2018).
Penyiapan
sumber daya manusia yang menguasai keterampilan abad XXI, terutama literasi dan
critical thinking, akan lebih efektif jika ditempuh melalui jalur
pendidikan. Sejatinya pendidikan literasi dan critical thinking dapat ditemukan penerapannya di
hampir semua bidang pendidikan tanpa terkecuali pendidikan di pondok pesantren.
Pondok pesantren mempunyai metode pembelajaran khas dalam mengkaji kitab kuning,(Martin van, 2012) metode pembelajaran yang berjalan di pesantren sampai saat ini
adalah metode sorogan, metode wetonan atau bandongan dan metode musyawarah.(Nurcholis, 2010).
Menurut
Lailatul Fitriyah metode sorogan, pesetra didik hanya dilatih untuk membaca
sebuah kitab yang ia maknai dengan tujuan untuk membenarkan bacaannya, pada
metode bandongan, peserta didik hanya dilatih untuk menyimak apa yang guru
bacakan sambil memberi makna, sedangkan metode musyawarah, tidak hanya melatih peserta didik membaca dan
menyimak, akan tetapi diperlukan argumentasi atas pendapat yang disampaikan.(Lailatul, Marliana, & Suryani,
2019).
Sementara argumentasi yang dibangun diperoleh dari literasi membaca dan
berfikir kritis, dalam hal ini membaca teks kitab kuning.
Sedangkan
menurut Dhofier dalam musyawarah para santri harus belajar sendiri kitab-kitab
klasik untuk mencari pemecahan masalah yang telah dipertanyakan beberapa hari
sebelum musyawarah dimulai pada masing-masing kelompok sebagai dasar
argumentasi yang mereka pakai.(Zamakhsyari, 2015). Sementara untuk mengungkapkan argumentasi dibutuhkan kemampuan
berpikir kritis dan literasi membaca teks kitab kuning sebagai rujukan
pembahasan masalah.
Berbagai
pendapat diatas menjadi alasan bahwa metode musyawarah layak untuk diteliti
lebih lanjut terkait baigamana perannya dalam membentuk peserta didik yang
literat dan mampu berfikir kritis.
Pesantren Kebon Jambu adalah salah satu dari
pesantren yang masih kental dengan metode musyawarah. Metode musyawarah yang
diterapkan di pesantren tersebut sebenarnya sudah menjadi tradisi yang mengakar
sejak awal pendiriannya, pelaksanaan musyawarah di Pesantren Kebon Jambu
memiliki beberapa sistematika pelaksanaan hingga pada perkembangannya mengalami
berbagai modifikasi agar bernilai maksimal, adapun musyawarah yang berjalan
sampai saat ini adalah musyawarah harian, mingguan, bulanan, tahunan dan
musyawarah sewilayah tiga Cirebon.(Alamul, 2019).
Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian tentang seberapa besar pengaruh metode musyawarah dalam
pembelajaran kitab kuning terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi
dan critical thinking di Pesantren Kebon Jambu ?.
Metode
Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasional dalam rangka
mengetahui hubungan setiap variabel penelitian dengan menggunakan teknik
analisis regresi.(Sugiyono, 2017).
Langkah
pertama membuat angket yang dirancang dalam 22 pertanyaan untuk santri tingkat
enam sebanyak 30 responden. Jawaban setiap item instrumen menggunakan skala
likert yang ditentukan dengan sekor 1-3 dengan kategori yang telah ditetapkan
peneliti. Yaitu untuk sekor 3 menunjukan kategori baik, sekor 2 menunjukan
kategori cukup, sekor 1 menunjukan kategori kurang. (Sugiyono, 2018).
Setelah
semua data yang dibutuhkan terkumpul, langkah berikutnya melakukan analisis terhadap semua data yang
terkumpul. Yaitu dengan cara memberikan angka sekor pada setiap jawaban per
item soal dari angket yang disebarkan kepada para responden kemudian seluruh
sekor dijumlahkan secara keseluruhan, lalu dianalisis secara statistik. Dari
hasil tersebut dibuat tiga kategori, yaitu tinggi (baik), sedang (cukup baik)
dan rendah (kurang baik).
Setelah
dianalisis secara statistik, item angket kemudian diuji validitas dan
reliabilitas. Untuk cara uji validitas angket pada SPSS for windows
sebagai berikut:(Sahid Raharjo, 2019b)
1.
Persiapkan
tabulasi data angket yang ingin di uji. Kemudian buka program SPSS, klik Variable
View, dibagian pojok kiri bawah program. Pada bagian name tuliskan Item_1
ke bawah sampai Item_7 (jika item angket berjumlah 7 jika Itemnya berjumlah 10
maka pada bagian name juga ditulis Item_1 sampai Item_10 dan seterusnya).
Terakhir tulis Skor_Total. Pada Decimals ubah semua menjadi angka 0,
untuk bagian Measure pilih Scale dan abaikan saja untuk pilihan yang
lainnya.
2.
Klik
Data View (dibagian pojok kiri bawah) dan masukan data angket
sekaligus skor totalnya. Bisa dilakukan dengan cara copy paste dari
tabulasi data angket yang sudah dipersiapkan tadi
3.
Selanjutnya
pilih menu Analyze, kemudian pilih sub menu Correlate, lalu pilih
Bivariate
4.
Kemudian
muncul kotak baru, dari kotak dialog “Bivariate Correlations”, masukan
semua variabel ke kotak Variables:, pada bagian “Correlation
Coefficients” centang (v) Pearson, pada bagian “Test of
Significance” pilih Two-tailed. Centang Flag Significant
Correlations lalu klik Ok untuk mengakhiri perintah. Selanjutnya
akan muncul output hasilnya
Adapun
dasar pengambilan keputusan dalam uji ini, bisa dilakukan dengan cara:
Ø Membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel. Jika nilai r
hitung > r tabel, maka item soal angket tersebut dinyatakan valid dan jika
nilai r hitung < r tabel, maka item soal angket tersebut dinyatakan tidak
valid.
Untuk
cara uji reliabilitas angket pada SPSS for windows sebagai berikut:(Sahid Raharjo, 2019a)
1.
Persiapkan
data yang akan di uji reliabilitas dalam tabulasi
2.
Buka
program SPSS dan klik Variable View, dibagian pojok kiri bawah program
SPSS. Kemudian pada bagian Name tulis Item_1 ke bawah sampai Item_7 (jika item
angket berjumlah 7 jika Itemnya berjumlah 10 maka pada bagian name juga
ditulis Item_1 sampai Item_10). Pada bagian Decimals ubah semua menjadi
angka 0, lalu pada bagian Measure ganti menjadi Scale. Abaikan
pilihan yang lain atau biarkan tetap default
3.
Selajutnya
klik Data View (dibagian pojok kiri bawah program) lalu masukan data
tabulasi angket yang sudah dipersiapkan
4.
Selanjutnya,
dari menu SPSS pilih Analyze, lalu klik Scale, kemudian klik Reliability
Analysis
5.
Muncul
kotak dialog baru dengan nama “Reliability Analysis”. Kemudian masukan
semua variabel Item ke kotak Items:, pada bagian “model” pilih Alpha
6.
Langkah
selanjutnya pilih Statistics maka muncul kotak dialog “Reliability
Analysis: Statistics”. Kemudian pada “Descriptives for”, klik Scale
if item deleted, lalu klik Continue. Abaikan pilihan yang lain.
Terakhir pilih Ok untuk mengakhiri perintah, setelah itu akan uncul
tampilan output hasilnya.
Adapun
dasar pengambilan keputusan dalam uji ini, bisa dilakukan dengan cara:
Ø Membandingkan nilai Cronbach's Alpha dengan nilai r tabel.
Apabila nilai Cronbach's Alpha > r tabel maka kuesioner dinyatakan
reliable dan apabila nilai Cronbach's Alpha < r tabel maka kuesioner
dinyatakan tidak reliable.
Kemudian
tahap akhir yaitu analisis regresi untuk mengetahui pengaruh metode musyawarah dalam
pembelajaran kitab kuning terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi
dan critical thinking yaitu dengan analisis regresi sederhana. Apabila
angka probabilitas hasil anlisa < 0,05 maka hipotesis (Ho)
ditolak dan hipotesis kerja (Ha) diterima atau dengan cara
membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. Dalam penelitian ini terdapat satu
variabel bebas (independent variabel) dan dua variabel terikat (dependent
variabel) yaitu: variabel bebasnya metode musyawarah dalam pembelajaran kitab
kuning (X) dan variabel terkikatnya keterampilan literasi (Y1) dan critical
thinking santri (Y2).
Analisis
regresi dalam penelitian ini menggunakan SPSS 25 for windows karena software
SPSS selain sudah cukup popular dan banyak digunakan di Indonesia SPS,
menurut penulis software SPSS sudah sangat akurat dalam perhitungan
analisis, baik analisis dengan uji validitas atau reliabilitas angket dan analisis
regresi sederhana atau berganda.(Sugiyono & Susanto, 2017)
Adapun
langkah analisis regresi menggunakan SPSS 25 for windows sebagai
berikut:
1.
Buka
lembar kerja SPSS
2.
Buat
semua keterangan variabel dari variabel view
3.
Klik
data view dan masukan data
4.
Lalu
analisis dengan cara: klik Analize-Regression-Linier, kemudian akan
muncul dialog. Selanjutnya isilah kotak menu dependent dengan variabel
terkait, yaitu Y1 atauY2 dan kotak menu independent dengan variabel
bebas, yaitu variabel X
5.
Selanjutnya
ketik kotak menu Statistics. Pilih Estimates, Descriptives
dan Model Fit lalu klik Continue
6.
Kotak
menu Plots, berfungsi untuk menampilkan grafik pada analisis regresi.
Klik kotak menu Plots, kemudian klik Normal Probability Plot yang
terletak pada kotak menu Standardized Residual Plots. Selanjutnya klik Continue,
kemudian klik Ok, beberapa saat akan muncul hasilnya.
Hasil dan
Pembahasan
A.
Temuan Penelitian
1.
Instumen
Variabel Pengaruh Metode Musyawarah Kitab Kuning
Tabel 1. Musyawarah
|
No |
Musyawarah |
Interval |
Frekuensi |
Prosentase |
|
1.
|
Tinggi |
19-21 |
2 |
6,67% |
|
2.
|
Sedang |
15-18 |
19 |
63,33% |
|
3.
|
Rendah |
12-14 |
9 |
30% |
|
4.
|
Jumlah |
30 |
100% |
|
Distribusi
frekuensi diatas menunjukan bahwa frekuensi data pengaruh metode musyawarah dalam pembelajan kitab kuning, tertinggi pada kategori sedang, yaitu sebanyak 19 jawaban responden dari 30 santri. Karena
nilai rata-rata jawaban responden berada pada interval 15-18, hal ini
menunjukan bahwa metode
musyawarah dalam pembelajan kitab kuning kategori
sedang, yaitu 63,33%.
2.
Instumen
Variabel Keterampilan Literasi
Tabel 2. Literasi
|
No |
Literasi |
Interval |
Frekuensi |
Prosentase |
|
1.
|
Tinggi |
16-18 |
10 |
33,33% |
|
2.
|
Sedang |
13-15 |
13 |
43,33% |
|
3.
|
Rendah |
10-12 |
7 |
23,34% |
|
4.
|
Jumlah |
30 |
100% |
|
Distribusi
frekuensi diatas menunjukan bahwa frekuensi data pengaruh keterampilan literasi dalam pembelajan kitab kuning, tertinggi pada kategori sedang, yaitu sebanyak 13 jawaban responden dari 30 santri. Karena
nilai rata-rata jawaban responden berada pada interval 13-15, hal ini
menunjukan bahwa keterampilan
literasi dalam pembelajan kitab kuning kategori
sedang, yaitu 43,33%.
3.
Instumen
Variabel Keterampilan Critical Thinking
Tabel 3. Critical Thinking
|
No |
Critical Thinking |
Interval |
Frekuensi |
Prosentase |
|
1.
|
Tinggi |
26-30 |
2 |
6,67% |
|
2.
|
Sedang |
20-25 |
21 |
70% |
|
3.
|
Rendah |
15-19 |
7 |
23,33% |
|
4.
|
Jumlah |
30 |
100% |
|
Distribusi frekuensi diatas menunjukan bahwa frekuensi data
pengaruh keterampilan critical thinking dalam pembelajan kitab kuning, tertinggi pada kategori sedang, yaitu sebanyak 21 jawaban responden dari 30 santri. Karena
nilai rata-rata jawaban responden berada pada interval 20-25, hal ini
menunjukan bahwa keterampilan critical
thinking dalam pembelajan kitab kuning kategori
sedang, yaitu 70%.
B.
Pembahasan
Ujian Validitas
Dan Reliabilitas
1.
Ujian
Validitas Dan Reliabilitas Angket Metode Musyawarah
Untuk uji validitas dapat berpedoman pada tabel berikut ini:
Tabel 4. Uji Validitas Angket Metode Musyawarah
|
No |
r hitung |
r tabel |
Keterangan |
|
1.
|
0,473 |
0,361 |
VALID |
|
2.
|
0,415 |
0,361 |
VALID |
|
3.
|
0,460 |
0,361 |
VALID |
|
4.
|
0,731 |
0,361 |
VALID |
|
5.
|
0,672 |
0,361 |
VALID |
|
6.
|
0,641 |
0,361 |
VALID |
|
7.
|
0,605 |
0,361 |
VALID |
Ketetapan:
Ø Apabila r hitung > r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “VALID”
Ø Apabila r hitung < r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “TIDAK
VALID”
Kesimpulan:
Dari
hasil analisis SPSS didapat nilai skor item dengan skor total. Nilai ini
kemudian dibandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikan 5%
dengan n = 30, maka didapat r tabel
0.361. berdasarkan hasil analisis didapat nilai korelasi untuk semua
item 1-7 lebih besar dari 0.361. maka dapat disimpulkan bahwa item-item
tersebut berkorelasi signifikan dengan skor total dinyatakan semua item soal
“VALID”.
Sedangkan untuk uji reliabelitas dapat berpedoman pada tabel
berikut ini:
Tabel 5. Reliability Statistics
|
Reliability
Statistics |
|
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
.669 |
7 |
Ketetapan:
Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha > r tabel maka kuesioner
dinyatakan “RELIABLE”.
Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha < r tabel maka kuesioner
dinyatakan “TIDAK RELIABLE”
Kesimpulan:
Dari
hasil analisis SPSS didapatkan nilai Cronbach's Alpha sebesar
0,669, sedangkan r tabel pada
signifikansi 5% dengan n = 30 sebesar 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa
butir-butir instrument penelitian tersebut semua “RELIABLE”.
2.
Ujian
Validitas Dan Reliabilitas Angket Keterampilan Literasi
Untuk uji validitas dapat berpedoman pada tabel berikut ini:
Tabel 6. Uji Validitas Angket Keterampilan
Literasi
|
No item |
r hitung |
r tabel |
Keterangan |
|
1.
|
0,540 |
0,361 |
VALID |
|
2.
|
0,662 |
0,361 |
VALID |
|
3.
|
0,778 |
0,361 |
VALID |
|
4.
|
0,764 |
0,361 |
VALID |
|
5.
|
0,517 |
0,361 |
VALID |
|
6.
|
0,514 |
0,361 |
VALID |
Ketetapan:
Ø Apabila r hitung > r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “VALID”
Ø Apabila r hitung < r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “TIDAK
VALID”
Kesimpulan:
Dari
hasil analisis SPSS didapat nilai skor item dengan skor total. Nilai ini
kemudian dibandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikan 5%
dengan n = 30, maka didapat r tabel
0.361. berdasarkan hasil analisis didapat nilai korelasi untuk semua
item 1-6 lebih besar dari 0.361. maka dapat disimpulkan bahwa item-item
tersebut berkorelasi signifikan dengan skor total dinyatakan semua item soal “VALID”.
Sedangkan untuk uji reliabelitas dapat berpedoman pada tabel
berikut ini:
Tabel 7. Reliability Statistics
|
Reliability
Statistics |
|
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
.700 |
6 |
Ketetapan:
Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha > r tabel maka kuesioner
dinyatakan “RELIABLE”.
Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha < r tabel maka kuesioner
dinyatakan “TIDAK RELIABLE”
Kesimpulan:
Dari
hasil analisis SPSS didapatkan nilai Cronbach's Alpha sebesar
0,700, sedangkan r tabel pada
signifikansi 5% dengan n = 30 sebesar 0,361, maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir
instrument penelitian tersebut semua “RELIABLE”.
3.
Ujian
Validitas Dan Reliabilitas Angket Critical Thinking
Untuk uji validitas dapat berpedoman pada tabel berikut ini:
Tabel 8. Uji
Validitas Angket
Critical
Thinking
|
No item |
r hitung |
r tabel |
Keterangan |
|
1.
|
0,591 |
0,361 |
VALID |
|
2.
|
0,662 |
0,361 |
VALID |
|
3.
|
0,425 |
0,361 |
VALID |
|
4.
|
0,498 |
0,361 |
VALID |
|
5.
|
0,630 |
0,361 |
VALID |
|
6.
|
0,620 |
0,361 |
VALID |
|
7.
|
0,432 |
0,361 |
VALID |
|
8.
|
0,529 |
0,361 |
VALID |
|
9.
|
0,576 |
0,361 |
VALID |
|
10.
|
0,559 |
0,361 |
VALID |
Ketetapan:
Ø Apabila r hitung > r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “VALID”
Ø Apabila r hitung < r tabel, maka item kuesioner dinyatakan “TIDAK
VALID”
Kesimpulan:
Dari
hasil analisis SPSS didapat nilai skor item dengan skor total. Nilai ini
kemudian dibandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikan 5%
dengan n = 30, maka didapat r tabel
0.361. berdasarkan hasil analisis didapat nilai korelasi untuk semua
item 1-10 lebih besar dari 0.361. maka dapat disimpulkan bahwa item-item
tersebut berkorelasi signifikan dengan skor total dinyatakan semua item soal “VALID”.
Sedangkan untuk uji reliabelitas dapat berpedoman pada tabel
berikut ini:
Tabel 9. Reliability Statistics
|
Reliability
Statistics |
|
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
.745 |
10 |
Ketetapan:
Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha > r tabel maka kuesioner
dinyatakan “RELIABLE”.
Ø Apabila nilai Cronbach's Alpha < r tabel maka kuesioner
dinyatakan “TIDAK RELIABLE”
Kesimpulan:
Dari hasil analisis SPSS didapatkan nilai Cronbach's
Alpha sebesar 0,745, sedangkan r
tabel pada signifikansi 5% dengan n = 30 sebesar 0,361, maka dapat
disimpulkan bahwa butir-butir instrument penelitian tersebut semua “RELIABLE”.
Analisis
Regresi Dan Uji Hipotesis
A.
Analisis
Regresi Dan Uji Hipotesis Pengaruh Metode Musyawarah Terhadap Keterampilan
Literasi
1.
Analisis
regresi pengaruh metode musyawarah terhadap keterampilan literasi
Secara
umum rumus persamaan regresi sederhana adalah Y = a + bX. Sementara untuk
mengetahui nilai koefisien regresi tersebut dapat berpedoman pada output
yang berada pada tabel Coefficients SPSS.
a = angka konstan dari Unstandardized Coefficients. Dalam kasus
ini nilainya sebesar 6.946. angka ini
merupakan angka konstan yang mempunyai arti jika menggunakan metode musyawarah
dalam pembelajaran kitab kuning (X) maka nilai konsisten kemampauan santri pada
keterampilan literasi (Y1) adalah
sebesar 6.946.
b = angka koefisien regresi. Nilainya sebesar 0,446. Angka ini
mengandunga arti bahwa setiap penambahan
1% tingkat metode musyawarah dalam pembejaran kitab kuning (X), maka kemampauan santri pada keterampilan literasi
(Y1) akan meningkat sebesar 0,446.
Karena nilai koefisien regresi bernilai positif , maka dengan
demikian dapat dikatakan bahwa metode
musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) berpengaruh positif terhadap
kemampauan santri pada keterampilan literasi (Y1). Sehingga persamaan regresinya adalah Y1= 6.946 + 0,446 X.
2.
Uji
Hipotesis Metode Musyawarah Terhadap Keterampilan Literasi
Uji
hipotesis atau uji pengaruh berfungsi untuk mengetahui apakah koefisien regresi
tersebut signifikan atau tidak. Adapun hipotesisnya sebagai berikut:
Ø Ho = Tidak ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab
kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi (Y1)
Ø Ha = Ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning
(X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi (Y1)
Sementara
itu, untuk memastikan apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak
(dalam arti variabel X berpengaruh terhadap variabel Y1) dapat melakukan uji
hipotesis ini dengan cara membandingkan nilai signifikansi (Sig.) dengan
probabilitas 0,05 atau dengan cara membandingkan nilai t hitung dengan t tabel.
a.
Uji hipotesis membandingkan nilai signifikansi
(Sig.) dengan 0,05
Adapun
yang menjadi dasar pengambilan keputus dalam analisis regresi dengan melihat
nilai signifikansi (Sig.) hasil output SPSS adalah:
Ø Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil < dari probabilitas
0,05 mengandung arti bahwa ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran
kitab kuning (X) terhadap kemampauan santri pada keterampilan literasi (Y1)
Ø Sebaliknya, Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih besar > dari
probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa tidak ada pengaruh metode musyawarah
dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampauan santri pada
keterampilan literasi (Y1)
Berdasarkan
autput SPSS diketahui nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0.017
lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho
ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada pengaruh metode musyawarah
dalam pembelajaran kitab kining (X) terhadap kemampaun santri pada keterampilan
literasi (Y1)”
b.
Uji
hipotesis membandingkan nilai t hitung dengan t tabel
Pengujian
hipotesis ini sering disebut juga dengan uji t, dimana dasar pengambilan
keputusan dalam uji t adalah:
Ø Jika nilai t hitung lebih besar > dari t tabel maka ada pengaruh
metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kining (X) terhadap kemampaun santri
pada keterampilan literasi (Y1)
Ø Jika nilai t hitung lebih kecil < dari t tabel maka tidak ada
pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kining (X) terhadap
kemampaun santri pada keterampilan literasi (Y1)
Berdasarkan
output SPSS diketahui nilai t hitung sebesar 2,531. karena nilai
t hitung sudah ditemukan, maka selanjutnya mencari nilai t tabel. Adapun rumus
untuk mencari t tabel adalah:
Nilai a/2 =
0,05/2 = 0,025
Derajad kebebasan
(df) = n-2= 30-2 =28
Nilai 0,025 ;
28 kemudian lihat pada distribusi nilai t tabel. Maka didapat nilai t tabel
sebesar 2,048
Karena
nilai t hitung sebesar 2,531 lebih besar dari > t tabel 2,048, sehingga
dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada
pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap
kemampuan santri pada keterampilan literasi (Y)“
Untuk
mengetahui besarnya pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning
terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi dalam analisis regresi,
dapat berpedoman pada nilai R Square atau R2 terdapat pada output
SPSS bagian model summary. Dari output SPSS bagian model
summary diketahui nilai R square sebesar 0,186. Nilai ini mengandung arti
bahwa pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning terhadap
kemampuan santri pada keterampilan literasi adalah sebesar 18,6% sedangkan
81,4% keterampilan literasi dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak
diteliti.
Merujuk pada pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode
musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning berpengaruh positif terhadap
kemampuan santri pada keterampilan literasi dengan total pengaruh sebesar
18,6%. Pengaruh positif ini bermakna semakin tinggi metode musyawarah dalam
pembelajaran kitab kuning maka akan berpengaruh terhadap kemampuan santri pada
keterampilan literasi.
B.
Analisis
Regresi Dan Uji Hipotesis Pengaruh Metode Musyawarah Terhadap critical
thinking
1.
Analisis
regresi pengaruh metode musyawarah terhadap critical thinking
Secara
umum rumus persamaan regresi sederhana adalah Y = a + bX. Sementara untuk
mengetahui nilai koefisien regresi tersebut dapat berpedoman pada output
SPSS yang berada pada tabel coefficients.
a = Angka konstan dari unstandardized coefficients. Dalam kasus
ini nilainya sebesar 5,283. Angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai
arti jika menggunakan metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X)
maka nilai konsisten terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical
thinking (Y2) adalah sebesar 5,283.
b = Angka koefisien regresi. Nilainya sebesar 1,036. Angka ini mengandunga arti bahwa
setiap penambahan 1% tingkat pengaruh
metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X), maka kemampuan santri
pada keterampilan critical thinking (Y2) akan meningkat sebesar 1,036.
Karena nilai koefisien regresi bernilai positif, maka dengan
demikian dapat dikatakan bahwa metode musyawarah dalam pembelajaran kitab
kuning (X) berpengaruh positif terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical
thinking (Y2). Sehingga persamaan
regresinya adalah Y2 = 5,283 + 1,036 X
2.
Uji
Hipotesis Metode Musyawarah Terhadap Critical Thinking
Uji
hipotesis atau uji pengaruh berfungsi untuk mengetahui apakah koefisien regresi
tersebut signifikan atau tidak. Adapun hipotesisnya sebagai berikut:
Ø Ho = Tidak ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab
kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking
(Y2)
Ø Ha = Ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning
(X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y1)
Sementara itu, untuk memastikan apakah koefisien regresi tersebut
signifikan atau tidak (dalam arti variabel X berpengaruh terhadap variabel Y1)
dapat melakukan uji hipotesis ini dengan cara membandingkan nilai signifikansi
(Sig.) dengan probabilitas 0,05 atau dengan cara membandingkan nilai t hitung
dengan t tabel.
a.
Uji hipotesis membandingkan nilai signifikansi
(Sig.) dengan 0,05
Adapun
yang menjadi dasar pengambilan keputus dalam analisis regresi dengan melihat
nilai signifikansi (Sig.) hasil output SPSS adalah:
Ø Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil < dari probabilitas
0,05 mengandung arti bahwa ada pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran
kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical
thinking (Y2).
Ø Sebaliknya, Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih besar > dari
probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa tidak ada pengaruh metode musyawarah dalam
pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical
thinking (Y2).
Berdasarkan output SPSS diketahui nilai signifikansi
(Sig.) sebesar 0,000 lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat
disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada pengaruh
metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri
pada keterampilan critical thinking (Y2)”
b.
Uji
hipotesis membandingkan nilai t hitung dengan t tabel
Pengujian
hipotesis ini sering disebut juga dengan uji t, dimana dasar pengambilan
keputusan dalam uji t adalah:
Ø Jika nilai t hitung lebih besar > dari t tabel maka ada pengaruh
metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap kemampuan santri
pada keterampilan critical thinking (Y2)
Ø Jika nilai t hitung lebih kecil < dari t tabel maka tidak ada
pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap
kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2)
Berdasarkan
output SPSS diketahui nilai t hitung sebesar 4,636. karena nilai
t hitung sudah ditemukan, maka selanjutnya mencari nilai t tabel. Adapun rumus
untuk mencari t tabel adalah:
Nilai a/2 =
0,05/2 = 0,025
Derajad
kebebasan (df) = n-2= 30-2 =28
Nilai 0,025 ;
28 kemudian lihat pada distribusi nilai t tabel. Maka didapat nilai t tabel
sebesar 2,048
Karena
nilai t hitung sebesar 4,636 lebih besar dari > t tabel 2,048, sehingga
dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada
pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning (X) terhadap
kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2)“
Untuk
mengetahui besarnya pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning
terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking dalam
analisis regresi, dapat berpedoman pada nilai R Square atau R2 terdapat
pada output SPSS bagian model summary. Dari output SPSS
bagian model summary diketahui nilai R square sebesar 0,434. Nilai ini
mengandung arti bahwa pengaruh metode musyawarah dalam pembelajaran kitab
kuning terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking
adalah sebesar 43,4% sedangkan 56,6% keterampilan critical thinking
dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.
Merujuk pada pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode
musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning berpengaruh positif terhadap
kemampuan santri pada keterampilan critical thinking dengan total
pengaruh sebesar 43,4%. pengaruh positif ini bermakna semakin tinggi metode
musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning maka akan berpengaruh terhadap
peningkatan kemampuan santri pada keterampilan critical thinking.
C.
Analisis
Regresi Dan Uji Hipotesis Pengaruh Metode Musyawarah Terhadap critical
thinking
1.
Analisis
Regresi Pengaruh Keterampilan Literasi Terhadap Critical Tinking
Secara
umum rumus persamaan regresi sederhana adalah Y = a + bX. Sementara untuk
mengetahui nilai koefisien regresi tersebut dapat berpedoman pada output
yang berada pada tabel coefficients SPSS.
a = Angka konstan dari unstandardized coefficients. Dalam kasus
ini nilainya sebesar 12,703. Angka ini merupakan
angka konstan yang mempunyai arti jika keterampilan literasi meningkat (Y1)
maka nilai konsisten keterampilan critical thinking (Y2) adalah sebesar 12,703.
b = Angka koefisien regresi. Nilainya sebesar 0,652. Angka ini
mengandunga arti bahwa setiap penambahan
1% tingkat keterampilan literasi (Y1), maka
keterampilan critical thinking (Y2) akan meningkat sebesar 0 ,652.
Karena nilai koefisien regresi bernilai positif, maka dengan demikian
dapat dikatakan bahwa peningkatan keterampilan literasi (Y1) berpengaruh positif
terhadap keterampilan critical thinking (Y2). Sehingga persamaan regresinya adalah Y1 = 12.703 + 0,652 X
2.
Uji
Hipotesis Keterampilan Literasi Terhadap critical tinking
Uji
hipotesis atau uji pengaruh berfungsi untuk mengetahui apakah koefisien regresi
tersebut signifikan atau tidak. Adapun hipotesisnya sebagai berikut:
Ø Ho = Tidak ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap
kemampuan santri pada keterampilan critical thinking (Y2)
Ø Ha = Ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap kemampuan
santri pada keterampilan critical thinking (Y2)
Sementara itu, untuk memastikan apakah koefisien regresi tersebut
signifikan atau tidak (dalam arti variabel Y1 berpengaruh terhadap variabel Y2)
dapat melakukan uji hipotesis ini dengan cara membandingkan nilai signifikansi
(Sig.) dengan probabilitas 0,05 atau dengan cara membandingkan nilai t hitung
dengan t tabel.
a.
Uji hipotesis membandingkan nilai signifikansi
(Sig.) dengan 0,05
Adapun
yang menjadi dasar pengambilan keputus dalam analisis regresi dengan melihat
nilai signifikansi (Sig.) hasil output SPSS adalah:
Ø Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil < dari probabilitas
0,05 mengandung arti bahwa ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap
keterampilan critical thinking (Y2)
Ø Sebaliknya, Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih besar > dari
probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa tidak ada pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap keterampilan critical
thinking (Y2)
Berdasarkan autput SPSS diketahui nilai signifikansi (Sig.)
sebesar 0,018 lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat
disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada pengaruh
keterampilan literasi (Y1) terhadap keterampilan critical thinking (Y2)”
b.
Uji
hipotesis membandingkan nilai t hitung dengan t tabel
Pengujian
hipotesis ini sering disebut juga dengan uji t, dimana dasar pengambilan
keputusan dalam uji t adalah:
Ø Jika nilai t hitung lebih besar > dari t tabel maka ada pengaruh
keterampilan literasi (Y1) terhadap keterampilan critical thinking (Y2)
Ø Jika nilai t hitung lebih kecil < dari t tabel maka tidak ada
pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap keterampilan critical thinking
(Y2)
Berdasarkan
output SPSS diketahui nilai t hitung sebesar 2,512. karena nilai t
hitung sudah ditemukan, maka selanjutnya mencari nilai t tabel. Adapun rumus
untuk mencari t tabel adalah:
Nilai a/2 =
0,05/2 = 0,025
Derajad
kebebasan (df) = n-2= 30-2 =28
Nilai 0,025 ;
28 kemudian lihat pada distribusi nilai t tabel. Maka didapat nilai t tabel
sebesar 2,048
Karena
nilai t hitung sebesar 2,512 lebih besar dari > t tabel 2,048, sehingga
dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ada
pengaruh keterampilan literasi (Y1) terhadap keterampilan critical thinking
(Y2)“
Untuk
mengetahui besarnya pengaruh keterampilan literasi terhadap keterampilan critical
thinking dalam analisis regresi, dapat berpedoman pada nilai R Square
atau R2 terdapat pada output SPSS bagian model summary. Dari output
SPSS bagian model summary diketahui nilai R square sebesar 0,184. Nilai
ini mengandung arti bahwa pengaruh keterampilan literasi terhadap keterampilan critical
thinking adalah sebesar 18,4% sedangkan 81,6% keterampilan critical
thinking dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.
Merujuk pada pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
keterampilan literasi berpengaruh positif terhadap keterampilan critical
thinking dengan total pengaruh sebesar 18,4%. pengaruh positif ini bermakna
semakin tinggi keterampilan literasi dalam pembelajaran kitab kuning maka akan
berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan santri pada keterampilan critical
thinking.
Kesimpulan
Hasil
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:
Metode
musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning mempunyai pengaruh signifikan
terhadap kemampuan santri pada keterampilan literasi sebesar 18,6% sedangkan
81,4% keterampilan literasi dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak
diteliti.
Metode
musyawarah dalam pembelajaran kitab kuning mempunyai pengaruh signifikan
terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking sebesar
43,4% sedangkan 56,6% keterampilan critical thinking dipengaruhi oleh
variabel yang lain yang tidak diteliti.
Keterampilan literasi kitab kuning mempunyai pengaruh signifikan
terhadap kemampuan santri pada keterampilan critical thinking sebesar
18,4% sedangkan 81,6% keterampilan critical thinking dipengaruhi oleh
variabel yang lain yang tidak diteliti.
Daftar Pustaka
Ahmad, S., & Nandy, A. S. (2018). Berpikir Kritis:
Mendorong Introduksi dan Reformulasi Konsep dalam Psikologi Islam. Buletin
Psikologi, 26(2), 86–96. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id
Akhmad, H. T. (2018). Mendikbud Siapkan 5
Langkah Strategi Hadapi Revolusi Industri 4.0. Retrieved from
https://news.okezone.com
Alamul, Y. (2019). wawancara Seputar Pendidikan
di Pondok Kebon Jambu.
Antoro, B. (2017). Gerakan Literasi Sekolah,
dari Pucuk Hingga Akar, Sebuah Refleksi. Retrieved from
http://repositori.kemdikbud.go.id
Harususilo, Y. E. (2019). Skor PISA Terbaru
Indonesia, Ini 5 PR Besar Pendidikan pada Era Nadiem Makarim. Retrieved
from https://edukasi.kompas.com
Lailatul, F., Marliana, & Suryani. (2019). Pendidikan
Literasi pada Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja.
11(1), 20–30. Retrieved from https://journal.stkipnurulhuda.ac.id
Martin van, B. (2012). Kitab Kuning Pesantren
dan Tarekat (Cetakan 1). Yogyakarta: Gading Publishing.
Nurcholis, M. (2010). Bilik-Bilik Pesantren
Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.
Sahid Raharjo. (2019a). Cara Melakukan Uji
Reliabilitas Alpha Cronbach’s dengan SPSS. Retrieved from
https://www.spssindonesia.com
Sahid Raharjo. (2019b). Cara melakukan Uji
Validitas Product Moment dengan SPSS. Retrieved from
https://www.spssindonesia.com
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono, & Susanto, A. (2017). Cara Mudah
Belajar SPSS dan LISREL. Bandung: Alfabeta.
Zamakhsyari, D. (2015). Tradisi Pesantren Studi
tentang Pandangan Hidup Kyai (Cetakan 9). Jakarta: LP3ES.
Komentar
Posting Komentar